kode adsense disini
Hot Best Seller

I Hate Rich Men

Availability: Ready to download

Adrian Aditomo benar-benar tipikal pria kaya yang dibenci Miranda, tidak peduli betapa tampan dan seksinya pria itu. Sifatnya angkuh dan begitu superior. Ada lagi, pria itu sinting! Adrian berani menculik Miranda hanya untuk mengatakan kalimat yang tidak masuk akal—“Adik Anda merebut tunangan saya,” kata pria itu dingin. “Hah?” Hanya itu yang bisa dikatakan Miranda. Apakah o Adrian Aditomo benar-benar tipikal pria kaya yang dibenci Miranda, tidak peduli betapa tampan dan seksinya pria itu. Sifatnya angkuh dan begitu superior. Ada lagi, pria itu sinting! Adrian berani menculik Miranda hanya untuk mengatakan kalimat yang tidak masuk akal—“Adik Anda merebut tunangan saya,” kata pria itu dingin. “Hah?” Hanya itu yang bisa dikatakan Miranda. Apakah orang yang dimaksud pria itu adalah Nino? Nino-nya yang masih berumur tujuh belas tahun dan masih polos? Tidak mungkin Nino-nya yang masih remaja itu menyukai wanita yang lebih tua, apalagi milik orang lain! Demi untuk membersihkan nama baik Nino, Miranda terpaksa bekerja sama dengan Adrian. Hal yang sangat sulit dilakukan karena mereka berdua tidak pernah sependapat dan selalu bertengkar. Seharusnya sejak awal Miranda menolak berurusan dengan Adrian. Ia benar-benar mengabaikan firasatnya. Firasat yang mengatakan Adrian mampu menjungkir-balikkan hidupnya dan terutama... hatinya.


Compare
kode adsense disini

Adrian Aditomo benar-benar tipikal pria kaya yang dibenci Miranda, tidak peduli betapa tampan dan seksinya pria itu. Sifatnya angkuh dan begitu superior. Ada lagi, pria itu sinting! Adrian berani menculik Miranda hanya untuk mengatakan kalimat yang tidak masuk akal—“Adik Anda merebut tunangan saya,” kata pria itu dingin. “Hah?” Hanya itu yang bisa dikatakan Miranda. Apakah o Adrian Aditomo benar-benar tipikal pria kaya yang dibenci Miranda, tidak peduli betapa tampan dan seksinya pria itu. Sifatnya angkuh dan begitu superior. Ada lagi, pria itu sinting! Adrian berani menculik Miranda hanya untuk mengatakan kalimat yang tidak masuk akal—“Adik Anda merebut tunangan saya,” kata pria itu dingin. “Hah?” Hanya itu yang bisa dikatakan Miranda. Apakah orang yang dimaksud pria itu adalah Nino? Nino-nya yang masih berumur tujuh belas tahun dan masih polos? Tidak mungkin Nino-nya yang masih remaja itu menyukai wanita yang lebih tua, apalagi milik orang lain! Demi untuk membersihkan nama baik Nino, Miranda terpaksa bekerja sama dengan Adrian. Hal yang sangat sulit dilakukan karena mereka berdua tidak pernah sependapat dan selalu bertengkar. Seharusnya sejak awal Miranda menolak berurusan dengan Adrian. Ia benar-benar mengabaikan firasatnya. Firasat yang mengatakan Adrian mampu menjungkir-balikkan hidupnya dan terutama... hatinya.

30 review for I Hate Rich Men

  1. 5 out of 5

    Putri Primasari Piliang

    Sebelum menreview aku ingin memberikan sebuah nasehat buat teman-teman yang gemar membaca acak seperti diriku, aku mohon pada kalian untuk tidak melakukan hobby kalian itu pada novel ini. Karena novel ini penuh akan teka-teki & kejutan yang akan terasa mubazir dengan cara membaca kita yang acak itu (itulah yang kurasakan ketika balik membaca dari halaman pertama setelah habis membaca dari halaman pertengahan hingga akhir). Jalan cerita di novel ini hm... sebenernya sih banyak kita jumpai di n Sebelum menreview aku ingin memberikan sebuah nasehat buat teman-teman yang gemar membaca acak seperti diriku, aku mohon pada kalian untuk tidak melakukan hobby kalian itu pada novel ini. Karena novel ini penuh akan teka-teki & kejutan yang akan terasa mubazir dengan cara membaca kita yang acak itu (itulah yang kurasakan ketika balik membaca dari halaman pertama setelah habis membaca dari halaman pertengahan hingga akhir). Jalan cerita di novel ini hm... sebenernya sih banyak kita jumpai di novel-novel lain. Yaitu sebuah jalan cerita dengan seorang wanita yang sangat membenci pria kaya disebabkan oleh sebuah masa lalunya, tapi tiba-tiba harus menghabiskan beberapa waktu karena sebuah alasan tertentu bersama seorang pria kaya di sebuah pulau yang kata orang sebuah pulau romantis -Bali- dan bisa ditebak sepulangnya dari pulau tersebut ada riak-riak cinta yang hadir di hati keduanya yang harus segera dibunuh karena suatu alasan yang mengakibatkan mereka berdua menghabiskan waktu bersama. Namun karena kisah percintaan itu diramu dengan adanya kisah tentang persahabatan beberapa wanita hamil yang ditinggal pergi oleh kekasih/suaminya, juga kisah tentang bagaimana pedulinya sang tokoh utama wanita dalam novel ini dengan para wanita hamil itu -suatu hal yang sangat langka di kehidupan nyata kita bisa menemukan sebuah restoran yang mepekerjakan wanita-wanita dengan perut membesar seperti itu- karena adanya sebuah kisah dibaliknya, juga ada sebuah kisah tentang kepedulian, serta kasih sayang dan cinta diantara sebuah keluarga baik itu sebuah keluarga kandung maupun sebuah keluarga angkat/perwalian yang membuat novel ini layak untuk dibaca (bagiku). Dari segi gaya bahasa ada bagian atau lebih tepatnya gaya berkomunikasi pada orang yang lebih tua mengharuskan kita membuka pikiran kita secara luas dan menerima itu karena ada di penjuru negeri ini yang menggunakan gaya berkomunikasi layaknya dengan teman pada orang-orang yang seharusnya kita hormati. Sebagai seorang perempuan jujur aku iri dengan keadaan fisik dari tokoh utama wanita. Keadaan fisik yang bagaimana ??? pssssst... ini juga merupakan teka-teki yang siapkan oleh Virginia yang akan dikuaknya di akhir cerita. Akhir kata selamat membaca kawan.

  2. 5 out of 5

    Devita Natalia

    5 bintang gue kasih utk novel ini. Yeah! Novel ini bercerita ttg Miranda, perempuan berusia 35 tahun yang cantik, seksi, baik hati dan jiwa muda. Kenapa jiwa muda? Dengan usia 35 tahun, Miranda masih berpakain ala anak muda jaman sekarang. Kaus goblong bertuliskan kata2 yg lucu, celana jeans robek dan sepatu kets. Hahaa. Keren! Dan lebih gokilnya lagi, Miranda berpakaian kaya gitu saat ambil raport adeknya, Nino. Dan disinilah, kejutannya.. Ini spoiler bgt lho.. Nino itu ternyata bukan adek Miran 5 bintang gue kasih utk novel ini. Yeah! Novel ini bercerita ttg Miranda, perempuan berusia 35 tahun yang cantik, seksi, baik hati dan jiwa muda. Kenapa jiwa muda? Dengan usia 35 tahun, Miranda masih berpakain ala anak muda jaman sekarang. Kaus goblong bertuliskan kata2 yg lucu, celana jeans robek dan sepatu kets. Hahaa. Keren! Dan lebih gokilnya lagi, Miranda berpakaian kaya gitu saat ambil raport adeknya, Nino. Dan disinilah, kejutannya.. Ini spoiler bgt lho.. Nino itu ternyata bukan adek Miranda tapi Nino itu anaknya Miranda. Gue kaget krn, di Novel ini Miranda dan Nino saling panggil pake Lo-Gue. Saat Miranda ngambil raport punya Nino, Miranda bertemu tanpa sengaja dengan Adrian. Lucu bgt disini, Nino kan mendapat nilai tertinggi UN di sklhnya dan juara umum. Jd dipuji donk ortu Nino. Oia, pihak sekolah taunya, Miranda itu kakak bukan Ibunya Nino. Pas perkumpulan orangtua murid, ada pidato gt dr pihak sekolah. Disebut-sebutlah Nino yg dapt juara, dan pihak sekolah mau muji Miranda. Tp saat dipuji-puji gt, Miranda malah tidur dan malah nyender sama cowok disebelahny, dan ternyata cowok itu Adrian. Padahal mereka gk saling kenal. Hhaha.. Kacau dh tuh Miranda. Pas miranda mau minta maap, malah dia ngelakuin hal konyol lg, bikin si Adrian keki gt. Hhaha. Lalu dimulailah masalahnya, Adrian berusia 37 tahun seorang pembisnis sukses yg pastu ganteng. Dia adalah wali dari Jessica. Ortu jessica ud meninggal. Nah, jessica ini pacaran ama Nino. Adrian yang gk terima, dan berpikir yg namanya Nino bawa pengaruh buruk utk Jessica. Dia berusaha nyelidikin idetitas Nino. Dan ternyata Nino pacarnya Jessica adalah Nino anaknya Miranda. Trs, wktu perpisahan sma Nino diadain di Bali. Eh, ternyata Adrian punya rencana utk mata2in jessica dan nino. Trs, Adrian malah nyulik Miranda. Miranda yg diculik dan diminta utk nolong Adrian, rada bete jg. Secara si Adrian yg ngaku2 tunangan jessica dan ngejelekin si Nino. Nino dituduh udah ngerebut tunangan Adrian. Utk ngebuktiin kebenarannya. Miranda ikut jd mata2 bareng Adrian. Dan disaat jd mata2, Miranda dan Adrian malah jd deket gt, saling tertarik dan malah krn kebawa suasana bali yg romantis. hohoho.. Pokoke saat jd mata2, Adrian msh ngelak pesona dr Miranda begitu jg Miranda terhadap Adrian. Lucu deh nih novel. Ditambah lg temen Adrian yg nitipin anak bayinya disaat mereka jd mata2. Hhaha. Seru. Dan ada bagian yg sedih jg. Miranda ini hamil Nino diluar nikah. Kenapa? Dan kenapa juga Miranda benci bgt sama cowok kaya? Nah baca dh novel ini. Bagus menurut gue.. Recommended pokoke.. XD

  3. 5 out of 5

    Kania Sumardi

    Lumayan kecewa baca nih buku! Berasa nonton FTV yang banyak hal klise dan lebaynya! Tertipu bgt sama review dan rating di goodreads. #SPOILER# Permulaan novel membosankan krn semua terasa smooth dan "bagus sekali". Si Miranda punya temen2 klise yang semuanya baik, punya restoran sukses yang makanannya enak2, si Miranda cantik bgt pula walau dia gak pernah sadar (really?), dan adiknya Nino pinteeeeeeer bgt, juara umum di sekolahnya, baik, gampang diatur dan sayang sekali sama Miranda. Hadeuh... Wh Lumayan kecewa baca nih buku! Berasa nonton FTV yang banyak hal klise dan lebaynya! Tertipu bgt sama review dan rating di goodreads. #SPOILER# Permulaan novel membosankan krn semua terasa smooth dan "bagus sekali". Si Miranda punya temen2 klise yang semuanya baik, punya restoran sukses yang makanannya enak2, si Miranda cantik bgt pula walau dia gak pernah sadar (really?), dan adiknya Nino pinteeeeeeer bgt, juara umum di sekolahnya, baik, gampang diatur dan sayang sekali sama Miranda. Hadeuh... Where's the conflict? Konfliknya adalaaaah... dia diculik sama Adrian, cowo ganteng bgt, super sukses (yg seharusnya super sibuk juga tp tdk terlihat sibuk sama sekali) ke Bali. Alasannya krn utk memata2in si Nino yg dituduh mau mengambil harta tunangan Adrian, Jess. Yang ga masuk akalnya, buat apa sih mereka memata2i ke Bali itu, nggak make sense. Emangnya apa yang bisa dibuktikan dgn mereka melihat Nino dan Jess memang pacaran di Bali? Nggak membuktikan sama sekali kalau Nino mau ngambil harta si Jess. Maksudnya ke Bali, gitu loh, sampai menculik orang. Tujuannya gak jelas. Kan bisa dikonfrontasi sendiri di Jakarta atau kirim detektif utk mencari informasi. Cape deee... Cerita bertambah nggak masuk akal ketika si pemilik hotel diam2 meninggalkan anaknya yang masih bayi begitu saja utk dijaga Adrian dan Miranda. Tujuannya agar si pemilik hotel bisa leluasa bermesraan dgn istrinya. What? Orang sekaya pemilik hotel mau saja meninggalkan anak bayinya di depan pintu hotel Adrian? Nggak takut hilang apa? Memangnya dia ngga punya duit buat nyewa nanny atau mendatangkan org tuanya sebentar utk menjaga anaknya? Hadeuuuhh... Trus bla bla bla kedekatan Adrian ma Miranda nanggung bgt krn cuma diisi dgn percakapan ringan yg nanggung dan ketertarikan fisik saja. Belum lg pas Miranda ngga sengaja ketemu Donny, mantannya yang org kaya juga di acara makan malam. Si Donny yang org kaya dan punya istri cantik ini terang2an menunjukkan rasa tertarik sama Miranda di depan istrinya. Trus malah ngikutin Miranda ke tempat yang sepi dan melakukan percakapan vulgar yang kasar. Setelah 18tahun ga ketemu. What?? Seorang orang kaya bertingkah spt org tidak berpendidikan begitu? Bagian2 akhir lumayan sedih sih... Makanya saya ksh 2 bintang. Sekian.

  4. 4 out of 5

    Diah Didi

    My Very First buntelan buku dari BBI. Selesai baca dalam waktu singkat (untuk ukuran saya). Perasaannya naik turun dan saya masih bingung, kasih bintang berapa ya? Review akan muncul di Rak Buku Didi secepatnya. *edit 26 Juli 2013 Buntelan Buku pertamaku dari BBI (Blog Buku Indonesia) yang disediakan oleh Mbak Yudith GPU. Thank you, Mbak Yudith, dan Dion yang sudah mengkoordinir bagi-bagi buntelannya. ^^ Kenapa saya milih buku ini dari sejumlah judul yang ditawarkan? Well, karena saya lagi males baca My Very First buntelan buku dari BBI. Selesai baca dalam waktu singkat (untuk ukuran saya). Perasaannya naik turun dan saya masih bingung, kasih bintang berapa ya? Review akan muncul di Rak Buku Didi secepatnya. *edit 26 Juli 2013 Buntelan Buku pertamaku dari BBI (Blog Buku Indonesia) yang disediakan oleh Mbak Yudith GPU. Thank you, Mbak Yudith, dan Dion yang sudah mengkoordinir bagi-bagi buntelannya. ^^ Kenapa saya milih buku ini dari sejumlah judul yang ditawarkan? Well, karena saya lagi males baca bacaan yang berat. Pengen yang bener-bener ringan dan menghibur. Mengingat banyak teman yang memberi rating tinggi pada buku ini, kenapa nggak? Jadi saya memulai buku ini dengan semangat dan antusias, dan harapan bahwa saya juga akan sangat menikmati buku ini. Seorang teman bilang ini tipikal Cinderella. Hey, I love Cinderella theme. Meskipun mungkin cheesy, saya suka. :D Daaaaaan... Eng ing eng ... saya nggak suka. :( Ide ceritanya bagus. Menurut saya buku ini lucu, menarik, ringan, menghibur. Tapi ... kok berasa ada yang kurang sekaligus mengganggu ya? Ini murni subyektif pendapat saya ya. Mungkin saya sudah punya harapan tertentu, mungkin mood saya lagi nggak pas. Penting diingat, ini sebetulnya masuk kategori Novel Dewasa. Waspadalah! Di awal buku, masih bagian prolog, saya sudah nggak nyaman dengan gaya 'kebatinan'nya Miranda. I don't know, mungkin karena saya lebih nyaman menggunakan kata "aku" ketika berbicara dengan diri sendiri. Jadi rasanya janggal ketika Miranda menggunakan kata "gue" saat membatin (muncul cukup banyak dengan huruf dimiringkan. Kebatinannya, bukan kata "gue"). Kalo ini bacaan teenlit ato si tokoh masih di usia remaja, saya mungkin masih oke. Tapi untuk tokoh 35 tahun? Hmm... bukannya cewek umur 35 tahun nggak boleh pake kata gue, tapi ya itu tadi, mungkin karena saya pribadi lebih nyaman dengan kata "aku". Sementara, malah Adrian justru pake kata "aku". Kalo yang pake "gue" si Adrian, mungkin saya malah lebih bisa nerima. :D Terlalu banyak kalimat kebatinan yang menurut saya munculnya (atau letaknya) kurang pas. Jadi berasa nggak konsisten. Yang paling buruk, setiap kalimat kebatinan muncul, saya bener-bener berasa seperti mendengar kalimat kebatinan tokoh-tokoh di sinetron. -_-' Masih soal "gue" (dan "elo") antara Miranda dan Nino. Lagi-lagi ini bikin saya nggak nyaman bacanya. Saya konservatif kali ya. Bahkan dulu saya nggak suka ketika adek saya pernah ber-gue-elo dengan saya. Ada beberapa adegan yang sebetulnya mungkin lucu and konyol tapi bikin saya bener-bener 'rolling eyes' saking malesnya. Adegan numpahin makanan di sekolahnya Nino? Adegan Miranda berada di kamar Adrian pas Adrian keluar dari kamar mandi cuma mengenakan handuk? Please deh. Nyambung nomor 4. Penculikan, memata-matai. Adegan Chloe dititipin begitu aja oleh Sandra dan Arthur. Buset! Yang bener aja. Definitely weird. Reaksinya Miranda kok menurut saya agak kurang menggigit gitu ya. Tapi mungkin dia sudah biasa menghadapi hal-hal semacam itu. Hidupnya terasa jauh lebih ramai dibanding hidup saya. *subyektif bangeeet ya. :D Gaya berceritanya seru sih, tapi ada banyak bagian di mana menurut saya kurang mengalir. Terlalu cepat maju. Ibarat dari gigi dua langsung ke empat. Perpindahannya dari satu kalimat ke kalimat lain terasa kurang halus, seolah ingin bercerita detil, tapi nggak cukup detil. Nah, bingung kan? Saya sampe sempet mikir, apakah kalo diselipin sejumlah kata-kata ato kalimat lain justru jadi bertele-tele? Apa karena kira-kira ada batas halaman supaya ngirit pas mencetak ini buku? :p Mungkin juga karena saya belakangan ini membombardir diri dengan membaca banyak novel terbitan Harlequin, jadi pas baca buku ini langsung terpikir, "Harlequin bangeeeeet!" dan merasa agak aneh sendiri. Bisa aja sih cerita-cerita tipikal Harlequin dibikin versi Indonesianya. Toh beberapa buku fiksi Indonesia ada yang mengingatkan saya pada novel-novel Harlequin. Tapi ya itu, berasa ada yang mengganjal di buku ini. Ada beberapa pengulangan kalimat (kebatinan) yang menurut saya mengganggu. Tapi, terlepas dari segala kekurangan, ada juga kok bagian-bagian yang bikin saya menikmati baca buku ini: Buku ini bener-bener ringan dan menghibur. Penulisnya sukses bikin saya tersihir untuk terus baca sampe abis. *selain mungkin karena todongan dari Dion untuk segera mereview buku ini. Hahahahaha... Miranda sukses bikin saya ngiri dan berniat diet dan olahraga biar terus fit dan terlihat lebih muda dari usia sebenernya. :D Saya suka bagian Jessica bilang ke Adrian kalo dia berubah pikiran dan mau menikah dengan Adrian, dan sukses bikin Adrian melongo. :D Berharap ada sekuelnya tentang Jess dan Nino. Adrian berkacamata??? Weeew.. jadi penasaran liat bentuk fisiknya, saya pasti jauh lebih suka versi berkacamatanya dia. :D Akhir kata, buku ini layak untuk dijadikan bacaan yang menghibur. I really wish I could give it 4 stars karena cukup seru dan menghibur, tapi karena banyak printil2x yang mengganggu (buat saya), dengan berat hati saya kasih 2,5 bintang aja. *Pendapat ini nggak permanen. Seringkali ketika saya baca ulang, pendapat dan sudut pandang saya berubah. Tapi untuk saat ini, ya inilah yang saya rasakan. Seperti kebanyakan review saya yang lain, semua sangat subyektif. Yah, terutama karena saya nggak merasa bisa mereview secara objektif mengenai alur, plot, karakteristik dll. Hehehe...

  5. 5 out of 5

    Grisselda

    Kalau boleh jujur, saya kurang tertarik karena judulnya. Kesannya kaya sinetron banget. Don't judge the book by its title! *notetoself* Gara-gara baca tweet-tweet yang bilang ketawa-ketawa baca novel ini jadi penasaran dan memutuskan untuk beli. Ternyata emang bener! Sukses bikin ngakak. Tokoh utamanya Miranda, dia entrepreneur yang punya butik dan restoran di Jakarta. Hidup sebagai orang tua tunggal dengan satu anak membuat Miranda ingin membantu wanita-wanita yang nasibnya sama seperti mereka. Kalau boleh jujur, saya kurang tertarik karena judulnya. Kesannya kaya sinetron banget. Don't judge the book by its title! *notetoself* Gara-gara baca tweet-tweet yang bilang ketawa-ketawa baca novel ini jadi penasaran dan memutuskan untuk beli. Ternyata emang bener! Sukses bikin ngakak. Tokoh utamanya Miranda, dia entrepreneur yang punya butik dan restoran di Jakarta. Hidup sebagai orang tua tunggal dengan satu anak membuat Miranda ingin membantu wanita-wanita yang nasibnya sama seperti mereka. Cara membantunya dengan memberi pelatihan dan pekerjakan mereka di butik dan restorannya. Ketidaksukaannya pada orang kaya karena pengalaman pribadinya. Pengalaman apa? Baca sendiri, ntar spoiler lagi. :p Apalagi lingkungan orang kaya kan cenderung menjudge orang lain dari ukuran 'seberapa banyak harta lo?' 'Punya mobil berapa?' 'Udah pernah pergi ke mana aja?' 'Punya baju brand ini nggak?' Kira-kira gitu, you get the big picture, right? Pokoknya, Miranda sebisa mungkin nggak mau berurusan sama orang kaya. Sering kan, semakin kita menghindari sesuatu, justru malah ketemu. Mungkin memang pada suatu waktu tertentu, apa pun itu yang kita hindari harus dihadapi. Bedanya, Miranda terpaksa menghadapi orang kaya dengan cara yang lain daripada yang lain. Dia diculik. Adrian, pria yang mengaku tunangannya direbut oleh adik Miranda nekat menculik Miranda untuk membantunya. Membantu memisahkan adik Miranda dengan tunangannya. Penasaran dengan kebenaran cerita Adrian, Miranda akhirnya menyetujui untuk menjadi mata-mata bersama Adrian untuk mengawasi dua orang yang penting bagi mereka berdua itu. Tidak perlu waktu lama untuk mereka untuk mencairkan semua atmosfer yang tidak enak di tengah mereka. Belum lagi kejadian Miranda yang dikira tunangan Adrian saat mereka tidak sengaja bertemu rekan bisnis Adrian. Sandiwara baru dimulai. Dan sekarang Miranda harus hati-hati, karena dengan Adrian hidupnya serasa dijungkir-balikkan. Roller coaster ride~ woohoo! Ide cerita novel ini unik, saya sih baru pertama kali baca cerita yang seperti ini. Single mom, entrepreneur, punya hubungan yang menarik dengan orang-orang di sekitar dan juga anaknya. Karakter-karakter lain yang ada di dalam novel ini juga bagus. Porsinya pas. :) Kejutan yang ada di bab-bab awal bener-bener nggak disangka dan yang pasti bikin saya cengar-cengir. Selipan komedinya tentu aja saya juga suka! Yang suka metropop, ini worth it dibeli. :)

  6. 5 out of 5

    Nur Fadilla Octavianasari

    #2018-[109] Break dulu keliling dunia bareng Around the World with Love series, dan random pick novel ini. Renyah, bukan garing kaya kerupuk yah. Ya masih dalam standar oke Saya. Another love hate relationship sih, but jatuh cintanya cepet amat ini orang dua. Ya meski ada sedikit drama, tapi masih agak kurang greget ajasik. Yang saya suka dari Novel ini malah dibagian cerita si Miranda dengan Nino. Hubungan Ibu—anak ini unik bangetan, mungkin karena Miranda dapetin Nino pas dia masih belia banget #2018-[109] Break dulu keliling dunia bareng Around the World with Love series, dan random pick novel ini. Renyah, bukan garing kaya kerupuk yah. Ya masih dalam standar oke Saya. Another love hate relationship sih, but jatuh cintanya cepet amat ini orang dua. Ya meski ada sedikit drama, tapi masih agak kurang greget ajasik. Yang saya suka dari Novel ini malah dibagian cerita si Miranda dengan Nino. Hubungan Ibu—anak ini unik bangetan, mungkin karena Miranda dapetin Nino pas dia masih belia banget kali ya. Meskipun terkesan nggak sopan sama orangtua tapi Saya dapet kesan kalau mereka akrab banget nget, Ibu-anak iya, Kaka-adek iya, Temen juga iya. Hmm... kalau si bachelor of the year(atau month ya kemaren) aka Adrian Aditomo sendiri... Saya kurang nangkep Alpha Male-nya, terkesan nanggung aja gitu. Ya sekalipun ini orang satu tukang perintah sana-sini. Ganteng? Gausah ditanya sih. Body yahud? Iya banget. Cuman yah wibawanya yang saya nggak gitu dapet.

  7. 4 out of 5

    Viktoria

    Saat membaca sinopsisnya, saya mengira ini akan jadi kisah cinta biasa. Tokoh wanita benci pada tokoh pria, yang kemudian berubah menjadi cinta. Seperti itulah yang umumnya ada. Namun, tak mungkin kalau novel ini direkomendasikan dan disukai orang-orang seandainya jalan ceritanya memang hanya seperti itu. Dan ternyata... Menarik. Bener deh. Mulai dari bab 1 aja udah menarik. Mungkin efek gaya penyampaiannya yang menurut saya enak dan lugas (alhasil, saya berhasil menamatkannya dalam waktu beberapa Saat membaca sinopsisnya, saya mengira ini akan jadi kisah cinta biasa. Tokoh wanita benci pada tokoh pria, yang kemudian berubah menjadi cinta. Seperti itulah yang umumnya ada. Namun, tak mungkin kalau novel ini direkomendasikan dan disukai orang-orang seandainya jalan ceritanya memang hanya seperti itu. Dan ternyata... Menarik. Bener deh. Mulai dari bab 1 aja udah menarik. Mungkin efek gaya penyampaiannya yang menurut saya enak dan lugas (alhasil, saya berhasil menamatkannya dalam waktu beberapa jam). Percakapannya nggak terlalu formal. Apalagi antara Nino dan Miranda, yang notabene adalah ibu dan anak, mereka malah menggunakan ‘gue-elo’ dalam percakapan. Ini salah satu faktor mengapa semua orang yakin bahwa mereka adalah kakak dan adik. Tapi dengan begitu, keakraban antara keduanya justru semakin terlihat. Keduanya pun saling menyayangi, terbukti dengan Nino yang selalu ingin membahagiakan sang bunda. Miranda pun selalu memikirkan Nino yang paling utama. Karakter masing-masing tokoh kuat. Masa lalu kelam menjadikan Miranda sebagai karakter yang kuat dan tak mudah terpengaruh. Hal ini nggak berubah sampai akhir cerita. Tokoh pun nggak berputar di mereka saja. Ada 4 teman akrab Miranda yang 'bernasib' sama dengannya. Keempatnya ini mengambil porsi yang lumayan penting. Juga ada satu teman akrab Nino yang lain, *kalo ga salah* Tommy, yang kesemsem berat sama Miranda :D Alur cerita oke. Saya terhanyut dalam pengintaian mereka selama di Bali yang agak konyol namun juga menyesakkan di akhir. Typonya (kalau nggak salah) nggak banyak, nggak terlalu mengganggu (bahkan saya lupa dimana typo-nya, ha ha). Lalu, amanat. Novel ini benar-benar menyiratkan bagaimana keras masa lalu dan perjuangan yang harus dihadapi Miranda, menjadi orangtua tunggal bagi Nino. Ia merawat anak itu sendirian karena ketika Nino berumur 5 tahun, orangtua Miranda meninggal. Carut marut dan kerasnya dunia, semua dapat Miranda lalui. Miranda tidak menyesali yang terjadi di masa lalu, karena semuanya memberikan pelajaran dan menjadikan ia wanita kuat (y). Jadi, jangan mudah putus asa, karena keputusasaan hanya akan membuat hidupmu lebih buruk lagi. Kekurangan novel ini, menurut saya, ada di tokoh Nino dan Jessica yang kurang ditonjolkan. Chemistry keduanya kurang greget. Cuma dikatakan bahwa Nino sangat sayang Jessica, begitu sebaliknya. Tapi gapapa juga sih. Begitu saja juga sudah cukup. Overall, novel ini cocok kalau ingin yang ringan dan quick-reading tapi menarik dan sarat nilai positif ^ ^

  8. 4 out of 5

    Titish A.K.

    Bravoooo!! Salut utk penulis + editornya, typo-nya dikit bgttt :p Saya makin senang begitu tahu ini novel pertama karena berarti ada pengarang metropop baru yang menjanjikan. Ditunggu karya2 berikutnyaaa :) ==Catatan typo== (Cetakan I, Januari 2012) (86) Yah, kalau belum --> Yah, kalau belum (88) denganku." Jessica bukan orang yang tukang bohong," --> denganku. "Jessica bukan orang yang tukang bohong," (96, 109, 164, 167, 187, 256, 257, 268) jam --> pukul

  9. 4 out of 5

    Adek Fbree

    3.5 Bintang tepatnya tapi buletin ke bawah, abis endingnya walau bagus tapi kurang panjang ah :D Pingin baca paling ngga 1 bab lagi buat ceritain lebih detail masa pacaran miranda yg katanya bikin nino dan jess iri XD

  10. 5 out of 5

    Devi Rouli

    Ceritanya gokilllllllllllllllllllllll

  11. 4 out of 5

    Aini

    ceritanya keren,serasa liburan ke Bali lagi...

  12. 5 out of 5

    Kexiah JS

    disclaimer untuk rating 3* sy, karena sepertinya banyak yang suka dgn buki ini; dengan sangat berat hati sy harus kasih 3* padahal sy suka banget sama semua karakter yg ada di sini (kecuali Donnie si pria kurang ajar) 3* karena apa? karena gaya penulisan dan kurang matang. itinerary perjalanan 10 hari di Bali yang menurut sy sebagai travel people sama sekali ngga lazim dan sangat2 backtrack. di Bali selatan yang kecil mungil itu, mereka harus berkali2 pindah hotel setiap malam Kuta-Nusa Dua-Kuta? disclaimer untuk rating 3* sy, karena sepertinya banyak yang suka dgn buki ini; dengan sangat berat hati sy harus kasih 3* padahal sy suka banget sama semua karakter yg ada di sini (kecuali Donnie si pria kurang ajar) 3* karena apa? karena gaya penulisan dan kurang matang. itinerary perjalanan 10 hari di Bali yang menurut sy sebagai travel people sama sekali ngga lazim dan sangat2 backtrack. di Bali selatan yang kecil mungil itu, mereka harus berkali2 pindah hotel setiap malam Kuta-Nusa Dua-Kuta? itu jadwal yg benar2 ngga lazim. (oh, dan kalau boleh ditambahkan, water sport itu di Tanjung Benoa. Bukan di Nusa Dua). hal kecil, tapi bener2 bikin iritasi pada saat membaca disamping itin Bali, overall ide ceritanya bagus, karakter yg gereget (walaupun buat saya Adrian si pria extra kaya, punya karakter terlalu alay untuk jadi orang kaya berumur 37 tahun) dan tetep bikin sy mau menlanjutkan sampai habis walaupun harus sedikit dipaksakan dengan mengiming2i diri sendiri mau tau gimana endingnya

  13. 4 out of 5

    Pida Alandrian

    Mengisahkan tentang perjuangan seorang perempuan dengan kesalahanmereka dimasa lalu yaitu hamil diluar nikah, yang kemudian ditinggalkan oleh pasangan mereka masing-masing. Tidak hanya dari tokoh utama perempuannya saja, tapi untuk perempuan lainnya di dalam novel ini juga, mulai dari perjuangan mereka, kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup dari semua masalah dan kepahitan dalam hubungan percintaan. Yang menarik di novel ini adalah hubungan Miranda dan Nino (yang diluar dugaan - syok). Aku malah Mengisahkan tentang perjuangan seorang perempuan dengan kesalahanmereka dimasa lalu yaitu hamil diluar nikah, yang kemudian ditinggalkan oleh pasangan mereka masing-masing. Tidak hanya dari tokoh utama perempuannya saja, tapi untuk perempuan lainnya di dalam novel ini juga, mulai dari perjuangan mereka, kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup dari semua masalah dan kepahitan dalam hubungan percintaan. Yang menarik di novel ini adalah hubungan Miranda dan Nino (yang diluar dugaan - syok). Aku malah nggak kebayang sama sekali. Dan lagi kecantika Miranda yang menurutku sih udah berlebihan banget sihh yaa, Secara keseluruhan novel ini seru banget, selain romance juga ada kocaknya. Jadi selain bisa buat pembaca kesemsem, juga bisa ketawa-ketiwi.

  14. 4 out of 5

    venilla

    alasan ngebaca buku ini karena review di goodreads bagus-bagus. tapi dari awal ke akhir, kok ceritanya agak... mengingatkan saya ke ftv? semuanya serba manis, baik dan perfect. terus konfliknya apa? penculikannya terlalu berlebihan menurut saya, alasan penculikannya juga ga banget. novel ini sama sekali ga berkesan apa-apa, mungkin karena novelnya ringan, dan konfliknya biasa saja. side story, kisah jessica dan nino malah lebih potensial menurut saya, lebih greget untuk dibahas.

  15. 5 out of 5

    Sri Wahyuni

    Bintang 4 untuk "I Hate Rich Man" karya Virginia Novita. Ada 1 typo yang gw temukan :) tulisan nama si Adrian. Awal-awal rasanya kayak FTV banget. Tapi terlanjur susah pinjem di ijak ya terpaksa baca. Bukunya seru dan santai banget. Kenapa tidak bisa kasih 5 bintang karena memang ada beberapa yang FTV banget. Hehehehehe....

  16. 5 out of 5

    Manzila Husnul

    Covernya spoiler HAHAHA Blurbnya njebak astaga Romantisnya dapet, Komedinya juga oke. HAHAHA. Worth it lah.... Bagian yang paling top waktu epilog hari sabtu dan setiap malam. HAHAHA. Astaga bocor bocor dah tuh....

  17. 4 out of 5

    Pipa

    bacaan ringat yang amat sangat menghibur

  18. 5 out of 5

    Jihan

    Ninokuuu ahaha 😂😂

  19. 5 out of 5

    lyn

    3.85

  20. 4 out of 5

    Fhily

    “Aku tidak keberatan. Semua orang punya masa lalu, Miranda. Masa lalumu yang membuatmu menjadi wanita yang sekarang sangat aku cintai dan kagumi.” -- Adrian (hal. 263) Miranda adalah seorang wanita yang sangat membenci orang kaya. Seseorang di masa lalunya dan orang-orang yang secara tidak sengaja, Miranda harus bergaul dengan mereka di karenakan anaknya Nino yang mendapat beasiswa bersekolah di sekolah orang kaya, yang memandangnya dengan sebelah mata adalah penyebab kenapa dia membenci ora “Aku tidak keberatan. Semua orang punya masa lalu, Miranda. Masa lalumu yang membuatmu menjadi wanita yang sekarang sangat aku cintai dan kagumi.” -- Adrian (hal. 263) Miranda adalah seorang wanita yang sangat membenci orang kaya. Seseorang di masa lalunya dan orang-orang yang secara tidak sengaja, Miranda harus bergaul dengan mereka di karenakan anaknya Nino yang mendapat beasiswa bersekolah di sekolah orang kaya, yang memandangnya dengan sebelah mata adalah penyebab kenapa dia membenci orang kaya. Adrian Aditomo seorang Bachelor of the month, yang kaya dan tentu saja mengutamakan pekerjaannya. Dia menjadi wali seorang gadis bernama Jessica, yang adalah anak sahabatnya. Dan ketika ortu Jess meninggal mereka menunjuk Adrian sebagai wali. Jessica adalah teman sekalas Nino sekaligus orang yang dekat dengan Nino. Takdir mempertemukan mereka secara awkward pada rapat di sekolah Nino. Miranda beberapa kali membuat Adrian sial. Dan Adrian yang bersikap dingin kepada Miranda tanpa mengucapkan satu kata pun. Suatu saat ketika Jess mulai menyinggung tentang harta kekayaannya. Adrian mulai khawatir terhadapnya dipikirannya pun terbesit suatu ide yang mungkin bisa menyelamatkan Jess. Di sisi lain, Miranda sedang bersedih karena Nino akan meninggalkannya ke Amerika. Di tengah situasi itu, tiba-tiba Miranda di culik!!! Dan ketika dia bangun, dia telah berada di Bali!! Bayangkan di Bali. Betapa kagetnya dia ketika tahu itu. Dan Adrian datang dengan seenaknya mengatakan bahwa Nino-nya telah merebut tunangannya. Hei dari mana?! Nino anak yang lugu dan penurut, mana mungkin dia memacari tante-tante girang? Dari situlah Miranda dan Adrian terlibat perjalanan seru memata-matai Jess dan Nino. Ditambah lagi pasangan gila Arthur dan Sandra yang menitipkan bayinya pada Miranda dan Adrian. Sebuah perjalanan yang tak di sangka Miranda akan menguras emosi, membawanya pada perasaan yang lebih dalam bersama Adrian dan bahkan bertemu seseorang yang menyebabkannya membenci orang kaya. Dan di situlah mereka saling mengetahui sisi lain masing-masing… *** Akhirnya sempat menulis review novel ini. Sumpah, banyak bagian yang membuat saya ngakak sampai dikatain orang gila sama adik-adik saya hahahaha. Banyak surprised dalam novel ini. Saya tertipu juga awalnya mengira Nino itu ‘adik’ Miranda. Ternyata eh ternyata… Perjalanan di Bali pun seru saya bisa menikmatinya bahkan sangat menikmati. Aduh, Adrian sosok yang most wanted banget yah. Dia tetap nggak memandang masa lalu Miranda. Tapi melihat sifat tegar yang terbentuk karena masa lalunya itu. Suka banget yang pas di rumah sakit pas anaknya Sari lahir trus mereka di depan kamar bayi Adrian bilang “Aku juga ingin anak perempuan” Ahhh… Adrian… Dan satu lagi saya sadari, saya suka model cerita yang seperti ini. Fun tapi romantis. Pokoknya sukaaaaaaa banget deh sama yang ini… Bdw, punya niat pesan kaos sama Miranda nih dengan tulisan-tulisan unik kayak I LOVE SHOES, BAGS, & BOYS, atau FUNKY MAMA atau yang vulgar kayak I ONLY MAKE GIRLS hahaha sumpah pas baca itu atau kayak yang dipakai Miranda I MARRIED A RICH MAN and I"M SO IN LOVE WITH HIM, sapa tahu kan saya juga bisa kayak Miranda menikah dengan rich man kayak Adrian. Kaboooorrrr... 5 stars ;) behind the scene before I got the book: Ceritanya kan saya baru dari Timika pindah ke Manado, dan langsung berkunjung ke Gramedia sini. Karena melihat ratting Goodreader yang bagus terhadap buku ini jadi saya mencarinya. Keliling Gramed juga belum menemukannya. Jalan terakhir ke customer service tanya buku di sana dan ternyata tinggal 1. Alhasil saya di bantu teman saya dan kedua petugas gramed mengobrak-abrik buku-buku yang ada -_- sumpah udah sampe dilihatin orang-orang hanya untuk satu buku. Lamaaa kita nyarinya sampai petugasnya nyerah dan akhirnya saya ninggalin nomor telepon. 3 hari kemudian saya di hubungi, dan kayaknya mereka sudah me-restock bukunya hahahaha -_- gara-gara saya nih cuma beli satu di restock

  21. 5 out of 5

    Fanny Roswita Ria

    Virginia Novita berhasil membuat gw menyelesaikan baca novel ini dalam kurun waktu 2 jam disela-sela kesibukan gw yang mempersiapkan berkas untuk pemeriksaan BPK:-)). Novel ini menjadi penghibur lho ditengah hectic&pressurenya hari-hari gw sehingga orang kantor mesti rela melihat gw senyum-senyum sendiri untuk setiap adegan. For the 1st lo baca (tanpa melompat-lompat ke halaman lain yah) ga bakal nyangka kalo Miranda itu bunda-nya Nino sendiri, secaran jaman gini mana ada bunda yang funky ban Virginia Novita berhasil membuat gw menyelesaikan baca novel ini dalam kurun waktu 2 jam disela-sela kesibukan gw yang mempersiapkan berkas untuk pemeriksaan BPK:-)). Novel ini menjadi penghibur lho ditengah hectic&pressurenya hari-hari gw sehingga orang kantor mesti rela melihat gw senyum-senyum sendiri untuk setiap adegan. For the 1st lo baca (tanpa melompat-lompat ke halaman lain yah) ga bakal nyangka kalo Miranda itu bunda-nya Nino sendiri, secaran jaman gini mana ada bunda yang funky banget dengan memakai jeans robek-robek sama t-shirt yang bertulisan aneh-aneh tapi sang pengarang mengangkat kembali kisah klasik yang sering terjadi di dunia nyata yaitu "habis manis sepah dibuang". Hal ini jugalah yang melatarbelakangi Miranda untuk menolong wanita-wanita hamil yang ditinggalkan oleh suami/ pacarnya melalui yayasan yang bermisi sama dengan Miranda. Miranda digambarkan dengan sosok wanita penyanyang, pantang menyerah, humoris, pemimpi dan membenci kalangan 'jet set' karena pengalama masa lalunya bertemu dengan Andrian Aditomo, bahcelor of the month, yang super kaya; super ganteng; super maskulin; super smart dan super cool; di aula St. Trinity School tempat pertemuan orang tua sedang berlansung. Diawali dengan insiden Miranda yang ketiduran dan menyenderkan kepalanya ke bahu Andrian dan diakhiri dengan menumpahkan makanannya ke kemeja cowok tersebut menyukseskan Miranda menjadi the most weird woman in the day. Kemudian ceritanya mengalir disaat Andrian menculik Miranda karena menginginkan bantuan dari wanita itu untuk memisahkan Nino yang dianggapnya sebagai laki-laki yang mencuci otak Jessica, anak perwaliannya. Kebohongan Andrian yang mengatakan kalau tunangannya yang direbut oleh Nino membuat Miranda mau membantu pria itu untuk membuktikan kebenarannya. Diliburan 10 hari tersebut Miranda dan Andrian membagi waktu dengan mengenal pribadi masing-masing sambil mengikuti Jess dan Nino serta memerangi percikan-percikan perasaan dan gairah. Yah endingnya sudah bisa ditebak bagaimana, tapi jangan mengira semua bakal mulus. Layaknya telenovela ada sosok Hendra yang membuat Andrian kesal dan cemburu setengah mati sehingga menyebabkan insiden yang membuat Miranda menolak untuk bertemu dengan Andrian (lagi), lalu ada Donnie yang merupakan pria masa lalu dari Miranda yang tidak lain dan tidak bukan merupakan teman bisnis dari Andrian sendiri (dunia sempit yah dikalangan 'jet set') dan ada Arthur serga Sandra, pasangan yang tiba-tiba saja menghilang untuk menikmati liburan berdua dengan menitipkan Chloe (putri pertamanya) kepada Miranda serta Andrian di waktu liburan 10 hari mereka serta teman-teman kumpulan wanita hamil yang menutup aksi mereka dengan bantuan Jess dan Nino untuk menyatukan kembali hubungan Andrian-Miranda. Sayangnya, dari awal cerita ini mengangkat tema persahabatan dan kekeluargaan yang kental tetapi tidak menyelesaikannya dengan sempurna karena keluarga Andrian sendiri diceritakan lewat 1 paragraph yang berisikan 5 baris padahal ada 282 halaman dalam bumu ini. Keganjilan yang lain adalah pengarang terlalu condong ke tokoh wanita saja. Kenapa gw bilang gitu karena Miranda memiliki banyak penggemar dalam cerita ini yang membuat Andrian keki dan cemburu berat tetapi adakah tokoh wanita yang diceritakan dalam novel ini, selain Jess, yang membuat Miranda merasakan hal yang sama seperti Andrian? "Gue pengen ketemu...Tapi nanti, saat gw udah menjadi laki-laki dewasa dan bisa melindungi Bunda" by Nino, page 191 par 6. Happy reading dude:-) Nb: salah satu tokoh dalam novel ini menggunakan nama Arthur Andersen yang lansung membuat gw memutar mata karena teringat insiden Enron dan Andersen *nasib jadi anak akuntansi* :-))

  22. 5 out of 5

    Ida Mawadah

    buku ini terbit sudah lama, sebenarnya dulu memang nggak tertarik, but recently author fave gw bilang klo ini salah sau metropop yg dia suka, so I decide to buy this novel, mengingat akhir februari masih lihat dia nangkring di TB terdekat, lagipula hargany sudah lumayan miring. ho..ho...so lets start to give my review after read this book in 2 days. Semuanya tampak perfect dari segi penokohannya. Tokoh utama wanita adalah Miranda seorang wanita di usia 35 tahun (yg notabene terlihat seperti usia buku ini terbit sudah lama, sebenarnya dulu memang nggak tertarik, but recently author fave gw bilang klo ini salah sau metropop yg dia suka, so I decide to buy this novel, mengingat akhir februari masih lihat dia nangkring di TB terdekat, lagipula hargany sudah lumayan miring. ho..ho...so lets start to give my review after read this book in 2 days. Semuanya tampak perfect dari segi penokohannya. Tokoh utama wanita adalah Miranda seorang wanita di usia 35 tahun (yg notabene terlihat seperti usia 20an), beautifull, punya karier yang bagus, but dia punya masa lalu buruk yang membuatnya "hate" pada rich man, sehingga dia bisa menjadi single parents di usia muda. Sedangkan Adrian,tokoh utama Pria, 37 thn, seorang most wanted bachelor, sangat kaya, hansome, sedikit bossy (yes coz dia emang big bos),dengan berbagai macam bisnis yang dipegangnya.Yes there are too much perfect, (in my opinion). Okay keluar dari segala ke "perfectoan" kedua tokoh, yang mungkin sedikit seperti dongeng atau sinetron. But actually, I enjoy read this book, fun, ada beberapa yang bikin ngakak...horeee. dari segi judul "I hate rich Man", memang menggambarkan kalo tokoh wanitanya sangat membenci segala sesuatu yg menyangkut pria kaya, kurang suka dengan judulnya, tapi..its fine deh. dari halaman pertama aku sudah dibikin penasaran, terlalu banyak kejutan dalam novel ini, sehingga rasanya nggak tega naroh untuk pending baca. Pengen nyelesaikan dalam sehari, namun berhubung kerja dan ada touring besoknya, aku jadi ngempet lanjut sehari sepulang touring. dan rasanya masih ada hal2 lucu menarik, a little surprise. Penulis memang bisa membuat pembaca tidak merasa bosan, and i can skip only a page, bahkan mengintip last page sekaligus. kemajuan kan...meskipun terlalu PERFECTO, rasanya banyak hal2 tersentuh yang bikin saya suka, seperti kepedulian miranda pada beberapa temannya yng juga single parents, karena merasa senasib, sehingga dia berusaha membantu mereka. hal yang baik lagi adalah so touch dengan sikap Adrian yang bisa menerima masa lalu Miranda, menerima wanita itu apa adanya, malahan membuatnya semakin kagum pada miranda, dia juga malah berusaha melindungi Miranda dari segala kecemasan dan kesedihan akan masa lalunya. Hu..hu, so sweet banget gak sih, punya cowok kayak dia, wll tampan, kaya, nggak player...penyayang, ku kasih nilai sembilan deh buat adrian, please give applause to him... ada satu bagian yang kurasa mirip dengan novel harlequin, yaitu saat Arthur sahabat Adrian menitipkan baby mereka ke adrian-miranda saat proses pengintaian di bali(detail...baca sendiri), rasanya mirip dengan harlequin novel, entah apa judulnya...bayi pinjaman mungkin yah... Ok, last, just wanna say gak rugi sih beli buku ini, meskipun seperti yang sudah kusebut di atas yang critanya seperti dongen saja, namun tenang saja masih banyak hal menarik yang dapat kamu temukan dalam sebuah novel ini...

  23. 4 out of 5

    Vianny Felicia

    Aku kasih bintang 4 untuk buku ini... Nah jadi ceritanya gini... Miranda, wanita enterpreneur berumur 35 tahun yang tidak seperti umur 35 tahun karena suka sekali memakai pakaian anak muda seperti celana jeans robek di lutut dan kaus bergambar kartun atau berwarna pink. Yang paling mengaggetkan adalah ternyata dia mempunyai seorang anak remaja berumur 17 tahun bernama Nino... Teman-teman Nino selalu menganggap Miranda adalah kakaknya Nino, bukan ibunya. Pada suatu hari dia diculik oleh seorang bus Aku kasih bintang 4 untuk buku ini... Nah jadi ceritanya gini... Miranda, wanita enterpreneur berumur 35 tahun yang tidak seperti umur 35 tahun karena suka sekali memakai pakaian anak muda seperti celana jeans robek di lutut dan kaus bergambar kartun atau berwarna pink. Yang paling mengaggetkan adalah ternyata dia mempunyai seorang anak remaja berumur 17 tahun bernama Nino... Teman-teman Nino selalu menganggap Miranda adalah kakaknya Nino, bukan ibunya. Pada suatu hari dia diculik oleh seorang business man yang ganteng dan perfect abis bernama Adrian Aditomo, nah dari sinilah konflik bermula. Adrian menculik Miranda ke Bali karena dia menuduh Nino berencana untuk merebut harta dari anak perwaliannya yang bernama Jessica. Adrian berbohong dan mengatakan bahwa Jessica adalah tunangannya. Sisa ceritanya baca sendiri ya, nanti jadi spoiler... Kelebihan : - Novel ini cukup menghibur alias bikin ngakak dengan tingkah Miranda dan Adrian yang kocak abis. - Don't judge a book by its title... Nah pertama kali membca judulnya bikin orang berpikiran kalau buku ini pasti kayak cerita sinetron, tapi ternyata nggak.. -Banyak banget yang bisa ditiru dari karakter-karakter di novel ini, seperti Miranda yang membuka usaha dan memperkerjakan wanita-wanita yang hamil di luar nikah dan merawat mereka juga.. Juga Adrian yang sweet abis sama Miranda dan juga sifatnya yang gentleman (cowok-cowok tiru ya) -Yang bikin gw suka adalah cuplikan lirik lagu Flightless Bird, American Mouth di paragraf pertama, ternyata mbak Virginia suka Twilight juga ya (ini sih subjektif)dan twanita-wanita yang masih percaya terhadap cinta sejati Kekurangan : -Klimaks kurang greget dan ceritanya terlalu klise -Judul terkesan terlalu mudah ditebak -Ada bagian-bagian novel yang terlalu berlebihan, misalnya penampilan fisik Adrian dan Miranda yang digambarkan terlalu sempurna dan tidak seperti tidak real saking sempurnanya. -Ending novel digambarkan terlalu berlebihan, meskipun happy ending ya.. jangan selebay itu juga kali -Ada karakter yang kurang bagus untuk diikuti, misalnya masak Jessica ngomong "br*ngs*k" di depan anak-anak Miranda dan Adrian, dan mereka berdua tidak melakukan apa-apa (oalah, kalau itu anak gw udah dengar gituan. Hmmm gw marah-marahin si Jessica, tapi bukan di depan anak gw tetntunya) 4 bintang buat tema novel ini yang benar-benar mendukung wanita-wanita yang menjadi korban lelaki, 1 bintang menggelnding karena kekurangan-kekurangan yang sudah aku jelaskan di atas... Overall novel ini cukup recommended buat dibaca, terutama sama lelaki sih sebenarnya biar nggak mainnin hati cewek haha XD.. sekian

  24. 5 out of 5

    Dina

    Pertama kali liat cover dan judul hmm kyknya ceritanya bakal sama aja kayak cerita di ftv, monoton tapi pas gue baca, ternyata gue salah Miranda dan Adrian dipertemukan ketika mereka sedang mengambil rapor Nino dan Jess yang tidak lain adalah anak dan anak wali dari mereka. Pertemuan pertama mereka bisa dibilang sangat memalukan bagi Adrian karena Miranda membuat dirinya malu dihadapan orang-orang. Adrian mengutuk dirinya dan berjanji agar tidak bertemu dengan perempuan yang membuat dirinya malu Pertama kali liat cover dan judul hmm kyknya ceritanya bakal sama aja kayak cerita di ftv, monoton tapi pas gue baca, ternyata gue salah Miranda dan Adrian dipertemukan ketika mereka sedang mengambil rapor Nino dan Jess yang tidak lain adalah anak dan anak wali dari mereka. Pertemuan pertama mereka bisa dibilang sangat memalukan bagi Adrian karena Miranda membuat dirinya malu dihadapan orang-orang. Adrian mengutuk dirinya dan berjanji agar tidak bertemu dengan perempuan yang membuat dirinya malu. Tetapi waktu berkata lain, mereka dipertemukan kembali. Miranda diculik oleh Adrian dengan alasan "adik anda merebut tunangan saya" walaupun Miranda tidak yakin, akhirnya iya mengikuti permainan yang dibuat Adrian yaitu "memata-matai Nino dengan Jess" Awal awal penyelidikan memang berjalan dengan lancar dan tidak diketahui, tetapi ketika teman Adrian meninggalkan bayinya dan menyuruh agar Miranda-Adrian merawat anak mereka selama beberapa hari. Dengan keberadaan Chloe (anak dr Arthur-Sandra) membuat hubungan Miranda dan Adrian tambah dekat. Ketika waktu harus memisahkan mereka dengan Chloe karena orang tuanya sudah kembali, mereka merasa kalau sudah saatnya memberi tahu dan membongkar semuanya. Tetapi suatu kejadian terjadi yang membongkar 2 rahasia sekaligus. Terbongkarnya rahasia itu mampu mengubah cara pandang Adrian terhadap Miranda selama ini. Ternyata selama ini Miranda tidak seperti yang ia pikirkan. Dan itu membuat hati Miranda sakit, karena terbongkarnya rahasia itu. Ditambah lagi dengan Nino yang sangat membencinya karena sudah membohonginya. Hancur sudah hidup Miranda, sekarang dua laki2 yang penting dalam hidupnya membencinya. Akankah mereka memaafkan Miranda? Apa Nino akan meninggalkan Miranda dengan mengambil beasiswa di Amerika? Bagaimana kelanjutan hubungan Adrian dgn tunangannya? Atau bagaimana dengan Miranda-Adrian? overall suka banget buku ini! berasa gak pgn berhenti bacanya, cuma sayangnya mata tidak mendukung. karna diakhir dan diawal bab pasti bikin kita jadi tambah penasaran gimana kelanjutannya. perasaan ikut dicampur aduk waktu baca ini, ada unyu, kesel, seneng, lucu, sedih pokoknya lengkap deh. dijamin gak nyesel soalnya disini Miranda digambarin cantik banget. huaa gue jg pengen awet muda kayak Miranda-_- waktu gue baca ini juga gue jd kyk ikut ngerasain apa yg dirasakan sm mereka. jd merinding gue bacanya, mungkin sangking dihayati kali ya hehe pokoknya highly recommended this book!

  25. 4 out of 5

    Nurasia

    Di masyarakat Indonesia MBA merupakan aib bahkan single parent saja masih dipandang sebelah mata. Orang kaya yang menganggap rendah orang yang bukan dari kalangannya dan menganggap masalah bisa diselesaikan dengan uang. Buku ini membahas tidak jauh dari masalah ini yang tentunya dibumbui dengan masalah cinta. Miranda adalah seorang single parent karena masa lalunya. Hubungan dengan anaknya lebih terlihat sebagai adik dan kakak, dia membiarkan orang-orang menganggap seperti itu tanpa berusaha melu Di masyarakat Indonesia MBA merupakan aib bahkan single parent saja masih dipandang sebelah mata. Orang kaya yang menganggap rendah orang yang bukan dari kalangannya dan menganggap masalah bisa diselesaikan dengan uang. Buku ini membahas tidak jauh dari masalah ini yang tentunya dibumbui dengan masalah cinta. Miranda adalah seorang single parent karena masa lalunya. Hubungan dengan anaknya lebih terlihat sebagai adik dan kakak, dia membiarkan orang-orang menganggap seperti itu tanpa berusaha meluruskannya. Dia memang cuek dan berjiwa muda. Hal ini ditunjang dengan gaya berpakaian dan parasnya yang memang terlihat lebih muda dari yang sebenarnya. Miranda meski kaya tapi tak cukup kaya untuk ada dikalangan orang tua murid tempat anaknya bersekolah. Anaknya, Nino, memang sangat pintar dan berprestasi hingga mendapatkan beasiswa 6 tahun di sekolah bertaraf internasional. Jadi, di sanalah dia terpaksa harus bertemu dengan sebagian orang-orang kaya menyebalkan yang tak dia sukai bukan hanya karena tingkah mereka tapi karena pengalaman masa lalunya. Adrian adalah pria yang sangat kaya dan tampan. Dia menjadi wali anak perempuan temannya setelah mereka meninggal. Selain mengurus usahanya sendiri dia juga mengurus harta peninggalan temannya. Dia sangat menyayangi dan bersedia melakukan segala cara untuk melindungi anak walinya, Jesica. Dia tidak ingin ada yang mendekati Jezz karena harta peninggalan orang tuanya. Nino dan Jezz ternyata berpacaran. Adrian yang mengenal Miranda sebagai kakak Nino kemudian menculiknya dan mengaku sebagai tunangan Jezz. Bagaimana ketika mereka berusaha memisahkan Nino dan Jezz? Bagaimana reaksi Miranda, yang membenci orang kaya, terhadap Adrian? Bagaimana ketika cinta berbicara dalam hubungan mereka? Kisah ini diceritakan dengan gaya yang ringan dan menyenangkan. Namun yang menarik dari buku ini bukan hanya kisah cintanya tapi juga dapat memberi kita pandangan terhadap orang yang berbeda dengan kita. Bagaimana sesuatu di masa lalu mengubah seseorang. Bagaimana pengalaman menempa seseorang. Sangat manusiawi meski sebagian orang menafikannya tapi ini benar-benar terjadi dalam masyarakat kita dan semakin parah. Sesuatu yang negative tak mesti harus dilihat dengan negative pula. Pelajaran yang diperoleh dari setiap buku berbeda bagi setiap pembacanya. So, beli sendiri deh! 

  26. 4 out of 5

    Shella Imarizeta

    aslinya sih cuma dua setengah tapi berhubung ceritanya ga bertele-tele saya bulatin deh jadi bintang 3 Ide ceritanyasih bagus menurut saya, awalnya pas cuma baca dari sinopsis belakang buku itu saya ngira ceritanya akan tentang pernikahan paksa atau semacamnya kare si adiknya Miranda ini ngerebut tunangannya Adrian (ini opini dari sampul) tapi berhubung kita kan gaboleh ambil kesimpulan (nge-judge) hanya dengan melihat kovernya akhirnya saya baca juga nih novel apalagi rate nya juga bagus eh gatau aslinya sih cuma dua setengah tapi berhubung ceritanya ga bertele-tele saya bulatin deh jadi bintang 3 Ide ceritanyasih bagus menurut saya, awalnya pas cuma baca dari sinopsis belakang buku itu saya ngira ceritanya akan tentang pernikahan paksa atau semacamnya kare si adiknya Miranda ini ngerebut tunangannya Adrian (ini opini dari sampul) tapi berhubung kita kan gaboleh ambil kesimpulan (nge-judge) hanya dengan melihat kovernya akhirnya saya baca juga nih novel apalagi rate nya juga bagus eh gataunya perkiraan saya SALAH! melenceng jauh bahkan dan saya terpukau WOW! Saya bener bener ga nyangka kalau si adik ini ternyata adalah anaknya! oh My! baru awal aja saya udah syok dan berasa mau jantungan ! Ga ketebak deh, walau pas saya akhirnya sadar kalau ending nya keliatan bakal jadi sama siapa wkwk kalau dari segi penulisan sih bagus, bisa ngalir buat si pembaca ini nyaman dan untuk alurnya bagus kok tahapannya, seperti kata saya tadi ga bertele-tele kayak sinetron, good job! Tapi yg saya agak sayangin dari novel ini itu karakternya, plis deh disini Miranda diceritain umur 35 dan si Adrian umur 37 tapi kok tingkah mereka itu kayak orang ABG bgt kayak baru tau apa itu CINTA ! walaupun latar belakang Miranda kayak gitu tapi dia kan udah dewasa, udah punya anak tapi kok ya asal ambil kesimpulan aja gamau denger apa kata orang, kayak anak ABG, gedeg saya pas mereka berantem -_- si Adrian juga helloooow situ Bachelor of the Month apalagi situ kaya, mesti punya banyak kenalan dan temen kerja cewek lah yaa tapi kok yaa bikin saya pengen nabok dia, inget umur napa, masa iyaa nyakitin cewek yg dicintainya berulang kali -_- Apalagi awal cerita pas di perpisahan orang tua aja udah bikin saya geleng kepala berulang kali, ada gitu yaa orang senorak dan sememalukan kayak Miranda, udah gegara salah kostum, asal ambil sih asal ambil tapi yakali masa ke acara resmi pake celana robek2 kaus begitu, apalagi diceritain di sekolah paling elit dan mewah lagi, masih dibolehin begitu? muka badak apa yaa masih bisa2 nya tidur lagi pas pidato, tau sendiri anaknya juara sekolah nilai tertinggi sumpah deh nih tante tante -_-

  27. 5 out of 5

    Aprilia

    sekali baca gak bisa berhenti!!! hahaha, langsung selesai hari itu juga, sambil curi-curi baca ketika dosen mendongeng.. klo buat sinop, yang lain pasti udah pada bikin ya, nah aku mau share pendapat aja nih. aku suka. suka novel ini. walau tema ceritanya umum ya, benci jadi cinta (walau si lead actress and actor nya sebenarnya gak benci benci amat ) pertemuan pertama yg memorable, dipermalukan 2 kali berturut turut dlm kurun waktu dua jam di spot yg sama, dapatkah anda bayangkan perasaan Mr.Adrian? sekali baca gak bisa berhenti!!! hahaha, langsung selesai hari itu juga, sambil curi-curi baca ketika dosen mendongeng.. klo buat sinop, yang lain pasti udah pada bikin ya, nah aku mau share pendapat aja nih. aku suka. suka novel ini. walau tema ceritanya umum ya, benci jadi cinta (walau si lead actress and actor nya sebenarnya gak benci benci amat ) pertemuan pertama yg memorable, dipermalukan 2 kali berturut turut dlm kurun waktu dua jam di spot yg sama, dapatkah anda bayangkan perasaan Mr.Adrian?? hohoho. diculik ke Bali dalam balutan daster 'princess aurora' mengunakan pesawat pribadi, lal dituduh bahwa 'adik' lo merebut tunangan orang lain, dan lo harus mau bantuin tuh Mr.Penculik buat misahin tunangannya denngan adik lo it.. hahaha ada2 saja.. jadilah petualangan mereka berdua di Bali, walau terkadang cekcok tapi dlm hati mereka saling mengagumi satu sama lain, yg ini sexy , yang itu HOT dengan huruf kapital!! yang ini cute yang ini mempesona dan seterusnya.. dan selama sembilan hari di Bali tumbuhlah benih2 cinta mereka berdua yg nantinya bakal menjadi cinta yg tetap membara sampai tua, xixixi :D dari awal memang sudah ketebak kalau mereka (adrian & Miranda) bakal jadi pasangan, namun jangan salah dulu, kalian pasti nemu hal2 konyol yg buat kalian senyum2, beberapa plot cerita yg gk terpikirkan sebelumnya dsb. what I like : - tokoh cowoknya yg look so perfect dengan segala tingkah kecemburuannya :)Mr. Adrian :* - Miranda yg tough bgt, walau dia masih muda ketika mengalami hal 'itu' aq juga senang bgt dengan keputusannya. great job (y)yahh, walau agk ngiri juga dengan ke-proporsionalan tubuhnya, hahaha - aku juga suka bgt sama anak2 yg ada dlm cerita , mereka semua terlihat begitu ... apa ya sebutannya? begitu menyentuh hati? melekat? whatever it is, obviously all of them look great and cute ( ya iyalah namanya juga anak2) hahha -cerita yg easy going, ringan namun gk kehilangan pesan :) -epilogue yg membhagia kan pokonya, novel ini salah satu novel recommended dri aku, HAPPY READING GUYS !! :)

  28. 5 out of 5

    Amel Armeliana

    Akhirnyaaaaa....kelar juga baca ni buku *tarik nafas lega* Agak bingung mau kasih rating berapa, migrain saking kaya2nya tokoh2nya. Bingung juga dengan standar "rich" di novel ini. Lead cewek di novel ini, Miranda, ceritanya benci cowok kaya, padahal dia sendiri pemilik 2 restoran terkenal di tempat yang strategis di Jakarta, rumah yang bagus, mobil yang ok, apalagi coba? itu rupanya belum cukup kaya untuk ukuran buku ini. Oh, jangan lupa liburan ke Eropa sewaktu Miranda dulu tamat SMA yang akhi Akhirnyaaaaa....kelar juga baca ni buku *tarik nafas lega* Agak bingung mau kasih rating berapa, migrain saking kaya2nya tokoh2nya. Bingung juga dengan standar "rich" di novel ini. Lead cewek di novel ini, Miranda, ceritanya benci cowok kaya, padahal dia sendiri pemilik 2 restoran terkenal di tempat yang strategis di Jakarta, rumah yang bagus, mobil yang ok, apalagi coba? itu rupanya belum cukup kaya untuk ukuran buku ini. Oh, jangan lupa liburan ke Eropa sewaktu Miranda dulu tamat SMA yang akhirnya bikin dia hamil dan mempunyai Nino, anaknya yg skrg sudah besar dan sudah lulus SMA juga. Rupanya si Nino pacaran dgn Jessica yang merupakan pewaris kekayaan (nah, ini br msk hitungan kaya) dan wali Jessica yg bernama Adrian, yang ternyata juga superrrrrr kaya dan superrrrrr ganteng curiga kalau Nino cuma mau duitnya Jessica. Jadilah bundanya si Nino, Miranda yang selama ini selalu dikira kakaknya karena masih muda dan cantik dan bohay, diculik oleh Adrian untuk memisahkan Nino dan Jessica yang lagi perpisahan sekolah di Bali. Adrian ngakunya Jessica adalah tunangannya. Selama masa "penculikan" itu Adrian dan Miranda seperti yang diperkirakan jatuh cinta. Dibumbui dengan kesalahpahaman di sana sini yang khas banget novel romance akhirnya seperti sudah bisa ditebak Miranda dan Adrian jadian. Idenya sebenernya udah ok, seorang ibu tunggal yang hamil sewaktu masih sangat muda dan membesarkan anaknya sendirian. Dan nilai tambahnya juga kasih sayang Miranda ke Nino, saya sebagai ibu bisa merasakan itu. Dan menghargai juga dengan "miskinnya" kosa kata dan kalimat2 enggres di buku ini berlawanan dengan buku2 sejenis ini yang biasanya kebanyakan enggres nya daripada bahasa aslinya. Yah, kalo dibaca hanya utk mengisi waktu ok lah. Sesekalilah kita mimpi jadian sama rich man^^

  29. 4 out of 5

    Oky Septya

    Baca secuplik potongan cerita di http://sinopsisuntukmu.blogspot.com/2... Dan reviewnya..... here we go Sudah lama saya tidak menikmati metropop sekelas ini. Ide cerita menarik, karakter kuat nan lovable, plot mengalir lancar, alur sedang tapi tepat, dan gaya bahasa yang enak dibaca. Selain itu no typo—kayaknya sih, at least from my point of view, red—saya kegirangan. Virginia Novita saya lihat luwes sekali menulis buku metropop pertamanya. Saya begitu menikmati membaca I Hate Rich Man dan nyaris Baca secuplik potongan cerita di http://sinopsisuntukmu.blogspot.com/2... Dan reviewnya..... here we go Sudah lama saya tidak menikmati metropop sekelas ini. Ide cerita menarik, karakter kuat nan lovable, plot mengalir lancar, alur sedang tapi tepat, dan gaya bahasa yang enak dibaca. Selain itu no typo—kayaknya sih, at least from my point of view, red—saya kegirangan. Virginia Novita saya lihat luwes sekali menulis buku metropop pertamanya. Saya begitu menikmati membaca I Hate Rich Man dan nyaris saya beri bintang lima. Tapi tentu tidak ada yang sempurna ya. Sayangnya ada beberapa yang terkadang membuat saya tidak nyaman, yaitu adanya inkonsistensi gaya bahasa. Berbanding terbalik dengan keluwesan perpindahan sudut pandang antar tokoh dalam novelnya. Virginia Novita rupanya tidak luwes dalam menggunakan gaya bahasa gaul dan formal. Dalam beberapa paragraf saya lihat penggunaan gaya bahasa semi-formal sangat konsisten—mirip gaya bahasa terjemahan—dan enak sekali dibaca. Lalu di beberapa paragraf ada penggunaan bahasa gaul yang sering kita temui dalam percakapan sehari-sehari. That's fine too, karena gaya bahasanya masih luwes dan enak diikuti. Namun kegagalan terjadi ketika kedua gaya bahasa formal dan gaul di gabung dalam satu paragraf—dalam kasus ini; ada lumayan banyak paragraf—And I was like, eeewww, kok jadinya aneh banget. Tapi secara keseluruhan saya suka sekali dengan buku ini, bahkan endingnya pun sangat-sangat manis. Selera humor Virginia Novita juga oke, terlihat pas di beberapa adegan serius tapi dialognya tetap lucu tanpa harus jadi terlalu garing. So I'm proudly present this book a 4 stars out of 5!!

  30. 5 out of 5

    Pratiwi Utaminingsih

    Terkisah seorang gadis bernama Miranda who hates every rich man because of her past. Seorang single parent di usia yang masih sangat muda bahkan masih kelihatan sangat cantik dan menawan. Iya, Miranda adalah seorang ibu dari anak laki-laki berusia 17 tahun, sedangkan dia sendiri baru berusia 35 tahun. WOW! Itulah mengapa orang-orang lebih melihat Nino dan Miranda sebagai kakak adik hingga akhirnya semua terkuak. Lalu dia ditakdirkan bertemu dengan a super rich man, Adrian Aditomo, which is dia be Terkisah seorang gadis bernama Miranda who hates every rich man because of her past. Seorang single parent di usia yang masih sangat muda bahkan masih kelihatan sangat cantik dan menawan. Iya, Miranda adalah seorang ibu dari anak laki-laki berusia 17 tahun, sedangkan dia sendiri baru berusia 35 tahun. WOW! Itulah mengapa orang-orang lebih melihat Nino dan Miranda sebagai kakak adik hingga akhirnya semua terkuak. Lalu dia ditakdirkan bertemu dengan a super rich man, Adrian Aditomo, which is dia benci setengah mati karena kaya, tentunya, arogan, sok ngatur, dan lebih parahnya lagi Adrian menculik Miranda karena Adrian menuduh “adik” Miranda menculik tunangan Adrian. What? Masa iya Nino mau sama tante-tante? Itulah pertanyaan yang mengantui Miranda selama dalam masa penculikan. Sebenarnya ending dari novel ini cukup klise dan bisa tertebak. Hanya cara penulis untuk menggiring pembaca arah ending tersebut patut diapresiasi. Jalan ceritanya sagat kocak dan seringkali membuat saya dari cekikikan sampai tertawa ngakak lebar. Banyak adegan lucu dan kejutan-kejutan yang tidak kita sangka sebelumnya. Tapi novel ini juga tidak melupakan unsur romantis di dalamnya. Jadi emosi pembaca bisa dibuat naik turun. Pas sekali menurut saya. Sekilas plot dalam novel ini mengingatkan saya kepada novel-novel karya Karla M. Nashar berjudul Love, Hate, and Hocus Pocus, karena komposisi komedi dan romannya cukup apik. Overall novel ini sangat recommended dijadikan bacaan diwaktu santai dan dijadikan koleksi.

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.